Legenda Pekcung



Sekelompok anak berenang di sebuah sungai pada suatu siang. Salah satu anak berteriak ke anak yang lain untuk segera bergabung selagi waktunya belum habis. Loh, kok berenang di sungai pake batas waktu? Seperti di kolam renang ancol aja....(padahal saya lagi berada di sebuah kota kecil di kabupaten Sambas- Kalimantan Barat).

Setelah tanya ke salah satu anak tersebut dan beberapa informasi dari warga sekitar, saya  baru mengerti bahwa yang dimaksud anak tadi adalah untuk memperingati perayaan pesta Pecun atau bakcang.
Kok memperingati perayaan bakcang sampai menyimplung ke sungai yang mengalir? bukannya makan bakcang bersama?
Ternyata begini legendanya;

Di jaman Dinasti Zhou, terdapat seorang yang bernama Qu Yuan yang berusaha bunuh diri karena kecewa dengan raja yang mengabaikan urusan negara. Sang raja hanya bermabuk-mabukan dan suka main wanita. Karena kecewa dan sikap malu dia terhadap raja, maka dia meninggalkan tugas sebagai menteri dan memutuskan bunuh diri di sungai Milou.
Rakyat yang bersimpati terhadap menteri Qu Yuan berbondong- bondong mendatangi sungai dan melempar bakcang yang merupakan makanan umum masyarakat itu ke sungai dengan harapan bisa mengalihkan mahkluk- mahkluk di dalam sungai agar tidak memakan tubuh jenasah Qu Yuan.
Sejak kejadian itu, setiap tanggal 5 bulan 5 dalam kalender imlek di peringati hari pekcung.

Ada versi lain yang mengisahkan seorang istri setia yang membunuh diri dengan menceburkan diri ke sebuah sungai simbol protes atas kekejaman dan kerja paksa. Karena mengetahui suami tercintanya tewas saat kerja membangun tembok raksasa di saat pemerintahan dinasti Chin.

Pada kesimpulannya, mandi di sungai yang dilakukan sekelompok anak tadi adalah untuk memperingati pengorbanan dari salah satu tokoh legenda diatas. yang kenal dengan sebutan Ng Shi Shui (bahasa Chinese setempat). Terjemahannya kira- kira air di waktu 5 (tanggal 5 bulan 5).
Jadi tujuan perayaan pekcung adalah peringatan akan kesetiaan, kejujuran dan pengorbanan.

0 komentar: