Cacing Tanah

 Cacing tanah yang biasa mudah ditemukan di dalam tanah yang berumput adalah sejenis binatang yang menjijikan bagi sebagian orang. Tapi binatang yang tidak mempunyai tulang belakang sangat bermanfaat bagi manusia dan kelestarian lingkungan hidup.

Cacing tanah hidup di dalam tanah yang gembur dan lembab. Mereka bernafas melalui kulit dan tidak memiliki mata. Untuk merasakan keadaan sekitarnya, mereka menggunakan semacam sel- sel diluar tubuh yang berfungsi untuk membedakan terang gelapnya cahaya dan sentuhan yang lembut sekalipun.

Sejak dari dulu peran cacing tanah sangat vital dalam kelestarian lingkungan hidup serta peningkatan pangan dunia. Bahkan oleh penguasa Mesir pada tahun 69- 30 SM, melarang bangsa Mesir memindahkan cacing tanah keluar dari Mesir. Karena Cacing tanah dianggap sebagai Dewa Kesuburan. Dan oleh bangsa China, cacing tanah digunakan sebagai ramuan obat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Mengenai manfaat cacing tanah sebagai ramuan obat, teringat kejadian waktu saya masih kelas 1 SD, dikampung. Saya sempat mencarikan cacing tanah untuk di jual kepada seseorang yang menderita sakit (saya lupa jenis penyakitnya) dengan harga 100 perak perekor. Cacing tanah itu kemudian di bakar dan di campur ke segelas ramuan lain untuk di minum. Beberapa minggu kemudian orang tersebut jadi sembuh, dan hilang juga uang jajan tambahan saya setelah pulang sekolah.

Selain untuk menyuburkan tanah dan sebagai bahan obat, cacing tanah ternyata sangat bergizi tinggi. Sehingga cacing tanah menjadi sumber protein bagi hewan ternak seperti burung, ikan, ayam, dan bebek. Bahkan ada beberapa restoran terkemuka di dunia menjadikan cacing tanah sebagai sebagai menu khusus bagi restoran mereka.










 

0 komentar: